Diposkan oleh amu ayat on 05:21


Sebelum memulai tulisan ini saya ingin bertanya kepada Anda. Apabila Anda saya beri uang Rp. 6 juta dan Anda saya minta uang itu Anda habiskan untuk membeli sebuah computer / laptop, maka pertanyaannya adalah, apa yang akan Anda lakukan??

Sebelum Anda menjawab, biarkan saya menebak terlebih dahulu. Anda pasti akan memilih sebuah computer yang memiliki spek processor tertinggi yang ada saat ini. Betul kan?

Pertanyaan kedua, ketika anda memilih sebuah processor dengan spek tertinggi maka apa yang ada dipikiran Anda?? Sstt.. nggak perlu buru-buru menjawab, biar saya tebak dulu..pasti anda akan memilih Intel Pentium Core i5 kan?? Hmm..saya sudah tahu!

Jika anda berpikir bahwa Intel adalah pilihan terbaik bagi anda, silahkan..tetapi sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu alasannya, kenapa anda memutuskan untuk memilih processor buatan perusahaan tersebut. Kenapa Anda tidak berfikir untuk membeli produk perusahaan lain, seperti AMD, misalnya.Bingung? Baik, akan saya bantu anda untuk mengungkap alasannya.. Begini, Perkembangan teknologi prosesor memang begitu pesatnya akhir-akhir ini. Dalam setahun bisa muncul beberapa jenis prosesor yang baru. Hal ini dipicu oleh Pertama oleh tuntutan pengembangan itu sendiri. Kedua oleh persaingan sengit antara 2 raksasa produsen prosesor, Intel dan AMD.

Sebagai orang awam, tentu kita tidak paham masalah-masalah teknis, itu adalah bagian orang IT. Tapi setidaknya kita harus tahu jenis prosesor apa saja yang ada saat ini, sehingga saat kita akan membeli komputer kita, sedikit banyak, tahu apa yang kita beli. Intel vs AMD ? Dari beberapa produsen prosesor, hanya ada 2 nama yang menguasai pasar, Intel dan AMD (Advance Micro Device).

Bagi sebagian besar orang awam, malah hanya tahu satu nama, yaitu Intel. Bahkan ada yg hanya mengenal salah satu merk dagang dari Intel, yakni Pentium. Memang Pentium adalah nama prosesor Intel yg paling melegenda. Bagi orang yg agak “mengerti” tetek bengek komputer, mungkin sudah kenal nama AMD. Tapi nama ini dipersepsikan sebagai prosesor yang murahan, panas, jelek dan imitasi dari prosesor Intel. Persepsi ini tdk bisa dipersalahkan 100%.

Awalnya AMD memang hanya membuat prosesor dgn “menjiplak” teknologi Intel dan atas “restu” pihak Intel, tentu saja. Namun, karena satu dan lain hal, terjadi persengketaan yg cukup sengit antara Intel dan AMD dan pengadilan mengharuskan AMD mengembangkan sendiri teknologi pembuatan prosesornya. Dari sejak itu, para engineer AMD terpaksa bekerja keras siang dan malam. Kucuran keringat mereka itu tidak sia².

Setelah beberapa tahun “tirakat” di dalam laboratorium, mereka berhasil membuat prosesor yang bisa mengimbangi, bahkan dlm suatu periode waktu tertentu, mengungguli “guru”nya, dlm hal ini Intel, tentu saja.

Namun harus diakui bahwa dalam bidang pemasaran AMD masih tertinggal jauh dari Intel, tetapi tidak dalam bidang teknologinya. Jadi persepsi bahwa AMD itu murahan, jelek, panas, imitasi dan yg negatif² lainnya, saat ini sudah tidak berlaku lagi. Kita punya pilihan yang sama² mumpuni untuk prosesor, Intel atau AMD. Adu Balap Kecepatan Prosesor Dulu kinerja prosesor dilihat dari kecepatannya, yang diukur dengan satuan MHz (Mega Hertz) atau GHz (Giga Hertz).

Produsen prosesor terus berlomba menciptakan prosesor dgn kecepatan tertinggi. Sejak jamannya Pentium 4 kecepatan prosesor sudah lebih dari 1.000 MHz sehingga mulai populer lah satuan GHz (1 GHz = 1.000 MHz) dalam mengukur kecepatan prosesor. Perlombaan ini seakan tak ada batasnya, 2 GHz terlampaui, 3 GHz terlampaui.

Sampailah pada suatu titik dimana mulai terjadi keterbatasan (limitasi) dlm meningkatkan kecepatan prosesor. Limitasi yg paling sulit diatasi adalah temperatur. Semakin cepat prosesor, semakin tinggi panas yang dihasilkan, semakin diperlukan sistem pendinginan yg lbh canggih. Limitasi lain adalah konsumsi daya, semakin cepat prosesor, semakin banyak pula energi yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Efisiensi lalu menukik tajam.

Pada titik ini, para perancang prosesor mulai menciptakan ajang adu balap yang baru, dlm hal ini adu kinerja dan efisiensi prosesor. Adu Balap Kinerja Prosesor Pihak pertama yg menyadari bahwa adu cepat, pada suatu titik, akan menjadi sebuah ke-sia²an adalah AMD. Mereka sadar akan sulit bersaing dengan Intel kalau mereka berpacu di lintasan balap yg sama. Mereka mengembangkan prosesor tdk lagi berbasis kecepatan tapi berbasis kinerja. Yang jadi ukuran bukan lagi tingkat kecepatan (speed rating) melainkan tingkat kinerja (perfromance rating).

Dengan cerdik AMD menamai prosesornya tidak dengan kecepatan (berapa GHz) tapi dengan angka perfromance ratingnya. Dan tolok ukurnya juga mereka sendiri yg menentukan. Jadi orang akan sulit memperbandingkan apple to apple antara prosesor AMD dan Intel pada saat itu. Contohnya, AMD mengeluarkan prosesor dgn kecepatan “hanya” 1.8 GHz, mereka memberi nama Athlon64 3000+. Angka 3000 secara tersamar mengacu ke angka 3 GHz. Mereka seakan hendak mengatakan bahwa Athlon64 3000+ (sekalipun kecepatannya hanya 1.8 GHz) memiliki kinerja mengimbangi prosesor (Intel) yg berkecepatan 3 GHz. Dan pada kenyataannya memang, lebih kurang, demikian.

Dengan kecepatan yg relatif rendah itu, maka panas yg dihasilkan tdk terlampau tinggi dan lbh hemat daya. Biaya produksinya pun bisa ditekan lbh rendah. Toh pada akhirnya para pengguna komputer tdk peduli berapa GHz kecepatan prosesornya, yang penting seberapa banyak output kinerjanya. Sesuai tidak dgn uang yg sdh mereka bayarkan. Akhirnya , mau tak mau, Intel juga menganut filosofi yg sama. Mereka menamai prosesor dgn kode² huruf dan angka yg tidak mengacu lagi kepada kecepatan. Pentium D 631 adalah salah satu contohnya.

Prosesor Berinti Banyak Ketika penggunaan komputer semakin meluas dan beragam, dituntut pula prosesor yang bisa mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Sudah jamak sekarang ini orang mengetik laporan di komputer sekaligus mendengarkan musik dan pada saat yang sama dia sedang merubah (convert) file musiknya dari format CD ke format mp3 unt dipindah ke mp3 playernya. Istilahnya kerennya multi-tasking, mengerjakan beberapa hal sekaligus di satu komputer yg sama.

Pada komputer yg inti (core) prosesornya hanya satu (single core), hal ini memang masih bisa dikerjakan. Namum krn “otak”nya (core adalah otak dari prosesor) cuma 1 terpaksa bbrp tugas itu dikerjakan secara bergantian dan bergiliran. Untuk tugas² yg “ringan” seperti mendengarkan musik sambil mengetik surat, misalnya, prosesor single core masih mampu menanganinya tanpa si pengguna merasa “terganggu”. Tapi kalau tugas² itu cukup “berat” seperti converting file, main game 3D dsb, kadang terjadi lag atau program terhenti sejenak. Kalau mendengarkan musik, maka alunan suara akan terdengar putus². Itu tandanya prosesor sdh kewalahan menangani tugas yg ber-tumpuk².

Produsen prosesor merespons tuntutan para penggunanya dengan menciptakan prosesor yg memiliki lebih dari 1 core (multi core). Angka yg terdekat setelah 1 tentu saja 2. Maka lahirlah prosesor berinti 2 (dual core). Intel mulai dgn Pentium D (PD) dan AMD mulai dgn Athlon64 X2 (A64 X2). Meskipun sama² memiliki 2 cores, secara prinsip keduanya berbeda arsitektur. PD menempatkan kedua coresnya dlm 2 chip yg berbeda sedangkan A64 X2 kedua cores berada dlm 1 chip. Biar gampang kita umpamakan saja prosesor itu sebuah rumah. Lalu chip adalah kamar dan core adalah orang. Pada PD, dua orang itu menempati 2 kamar yg berbeda dlm 1 rumah itu. Otomatis krn kamarnya berbeda, untuk bisa saling komunikasi mereka harus memakai interkom atau telepon, misalnya.

Sedang A64 X2 menempatkan kedua orang itu dlm 1 kamar sehingga komunikasi diantara keduanya jauh lbh mudah. Jadi PD memiliki 2 chip dlm 1 prosesor, sedang A64 X2 hanya punya 1 chip. Istilah dual core jadi rancu ketika Intel mempromosikan PD sbg dual core, padahal pengertian sesungguhnya dari dual core adakah struktur yg dipakai di A64 X2

Sejatinya struktur PD lbh tepat disebut double core. Tapi okey lah, bagi kita orang awam tdk penting betul dual core atau double core. Kemudian Intel meluncurkan prosesor yg real dual core dgn nama dagang Core® 2 Duo (C2D). Mereka ingin nama dagang Core bisa menggantikan Pentium, tapi rupanya konsumen masih menempatkan nama Pentium dalam top-of-mind mereka. Sulit unt melupakan Pentium.

Akhirnya Intel meluncurkan juga Pentium Dual Core dgn serie E21xx. Nah, tambah membingungkan lagi kan, ada Pentium D yg diklaim dual core, ada C2D yg memang betul² dual core, lalu ada pula Pentium Dual Core E21xx. Yah, bahasa marketing memang kadang suka membuat bingung. Apalagi kalau marketingnya kelewat canggih kayak Intel. Tapi secara hirarkis berdasar kinerjanya (pada speed yg sama), untuk prosesor Intel berinti 2 (biar tdk bingung antara double core dan dual core) adalah sebagai berikut · C2D serie E8xxx · C2D serie E6xxx · C2D serie E4xxx · Pentium Dual Core E21xx · Pentium D Sekarang sudah ada prosesor dengan 4 cores. Intel punya Core 2 Quadro (C2Q) sedang AMD punya Phenom X4. Memang persaingan di antara keduanya tdk pernah habis (dan semoga jangan sampai habis) karena dgn adanya persaingan maka teknologi akan semakin cepat berkembang.

Konsekuensinya harus lbh sering ganti komputer, atau minimal upgrade, krn para pembuat perangkat lunak pun akan berlomba menggunakan teknologi perangkat keras yg telah tersedia di pasar. Siapkan dompet yg lebih tebal, terutama unt Anda yg selalu haus mencicipi teknologi terbaru AMD Triple-Core Amerika Serikat, 17 September 2007. Tiga core prosesor, mengapa tidak?

Sepertinya itulah yang ada di benak para ahli di AMD. Kemarin baru saja AMD memberikan berita resmi bahwa awal tahun 2008 mereka akan meluncurkan prosesor baru dengan triple-core. Prosesor baru ini dimasukkan ke keluarga prosesor quad-core AMD (Phenom) yang rencananya dirilis tahun depan.

Pada dasarnya prosesor triple-core ini menggunakan desain yang sama dengan quad-core, namun AMD “mematikan” satu core sehingga hanya tiga core yang berfungsi. Bob brewer, corporate vice president of marketing and strategy dari AMD menjelaskan bahwa sampai saat ini penjualan prosesor quad-core masih sedikit dan belum banyak software yang mendukung optimalisasi empat core. Akan tetapi, banyak aplikasi dan pengguna yang menginginkan “sedikit tenaga lebih” dibandingkan prosesor dual-core, di sinilah prosesor triple-core mereka akan mengisi pasar. Lebih lanjut Brewer mengaku bahwa kelahiran prosesor baru ini tidaklah direncanakan, namun efek dari proses produksi quad-core AMD yang baru. “Quad-core kami menggunakan desain yang berbeda dan lebih canggih (dari Intel), satu kesalahan kecil saja akan menghancurkan satu batch prosesor di proses produksi”. Prosesor dengan tiga core inilah yang kemudian muncul dari produksi quad-core AMD yang tidak berhasil lolos uji lab. Belum diperoleh data yang akurat tentang gambaran kinerja prosesor triple-core AMD. Akan tetapi jike memuaskan, tampaknya AMD bisa menambah ceruk pasarnya di dunia prosesor, terutama bila perusahaan asal California ini pintar mematok harganya.

Prosesor Quad-Core Opteron AMD memperkenalkan 4 prosesor Quad-Core AMD Opteron SE yang diklaim bakal membantu para manager TI dalam mengembangkan kemampuan datacenter mereka dalam rangka memenuhi kebutuhan komputasi di lingkungan perusahaan. Dibandingkan investasi untuk proprietary hardware yang sangat mahal, prosesor produk ini dijanjikan bakal mempermudah perusahaan mengembangkan datacenter mereka dengan lebih mudah dan terjangkau ke server yang menawarkan fungsionalitas kelas enterprise pada harga standar.

Penambahan inti menjadi 4 socket dan 8 socket pada server x86 ini memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan terbaik dalam performa dan efisiensi, yang sangat penting untuk menangani aplikasi-aplikasi database dan virtualisasi. Sistem Prosesor Quad-Core AMD Opteron SE akan tersedia dari perusahaan OEM Global dan penyedia solusi, termasuk Hewlett-Packard, Sun Microsystems, Dell dan IBM. Prosesor Quad Core AMD Opteron dengan model 2360 SE (2,5 GHz), 2358 SE (2,4 GHz), 8360 SE (2,5 GHz) dan 8358 SE (2,4 GHz) telah tersedia dan telah mencatatkan rekor benchmark untuk performa di industri.

Nah, Bagaimana?? Sekarang saatnya anda menentukan pilihan…Intel atau AMD??

Hmm..Apapun pilihan Anda, jangan lupa sisakan uang Anda untuk mentraktir teman-teman Anda atas komputer yang baru saja Anda beli…he..he..

Jangan lupa juga baca yang ini



Widget by autolovers | kodokpinter

10 komentar:

Rizal said...

Thanks infonya...
visit my blog http://punya-rizal.blogspot.com

Anonymous said...

emang bner Intel tuu membingungkan --"

btw mkasih infonya gan!
TERUSLAH BERKARYA!

Anonymous said...

alah sama aja bang. Yg penting ibu mampu itu yg q dapat

Anonymous said...

optimis AMD

Anonymous said...

kebetulan ane pake AMD xixixixiii

hidayatul azhomi said...

tanx's infonya. . . .semoga bermanfaat

ANONYMOUZ said...

intinya. jika budget terbatas (kurang dari 2 juta), bisa pakai prosesor AMD (FX-8350 misalnya). namun jika uang BUKAN masalah bagi anda untuk performa PC anda, saya sarankan Intel (apalagi kalau anda sudah mencoba ketangguhan i7-3960X....)
Intel memang punya kelebihan di MARKETING. karna itulah, produk prosesor Intel LEBIH MUDAH ditemukan di pasaran.
buat apa juga kalau prosesor AMD DIKLAIM lebih bagus (price/performance) daripada Intel tapi SUSAH DICARI dan hanya dijual sedikit..sama juga bohong. (niat mau beli proci AMD..ujung-ujugnya beli proci Intel juga karena stok AMD yg sedikit)
waktu AMD meluncurkan family proci baru...produsen motherboard terkesan "tidak terlalu respon"...namun saat Intel meluncurkan family proci baru..produsen motherboard berlomba-lomba membuat motherboard untuk family intel tsb.

pelajaran utk perusahaan AMD: bisa membuat produk yang lebih bagus akan terasa kurang..tanpa diimbangi dgn marketing yang bagus juga. bagaimana merubah mindset konsumen, bagaimana menyusun strategi agar produknya bisa se-LAKU produk Intel (dgn cara memperbanyak produksi).

misal ada yg bilang AMD lebih cepat panas dan boros listrik (itukan utk yg seri FX, beda dgn APU). trus ada lagi bilang Intel hemat daya (Intel Core i7-3960X TDPnya bisa 130 W lo !).
i7-3960X ini kan utk kelas premium.
FX-8350 untuk yang suka overclock dgn dana terbatas.
jika ingin mencari keunggulan dan kelemahan Intel maupun AMD tak bisa diambil dari garis besar. karena apa ? karena baik AMD maupun Intel punya banyak produk prosesor dgn banyak jenis, macam, serta segmen dan jgn sampai "mengendarai Lamborghini di jalan offroad".

untuk pengguna proci AMD: jangan mencemooh Intel sebelum mencoba Intel.
untuk pengguna proci Intel: jangan mencemooh AMD sebelum mencoba AMD.
jangan niat untuk mengulas secara adil malah jadi ajang untuk membela salah 1 produsen. buat sodara blogger juga mestinya tambahkan juga bbrp gambar grafik untuk memperjelas ulasannya. dari tulisan anda, saya sarankan ganti judulnya dgn "Mengapa AMD Lebih Baik dari Intel ?" karena yang namanya "VS" harus disertai data2/gambar bencmark keduanya dgn bbrp indikator tes dan kalau mengutip jangan lupa beri referensi sumbernya.

Harapan AMD untuk bertahan yang paling besar adalah GPU/VGA.
GPU AMD masih bisa bertaji dgn market share sekitar 40% (sedikit dibawah Nvidia yg masih sekitar 60%)

terima kasih.


-anonymouz-

Sven said...

Trimakasih banyak untuk artikelnya
sukses slalu
JLOU ^_^

Anonymous said...

makasih infonya. Skarang aku bisa milih laptop yang mau aku beli. _Moga sukses slalu

Arya Anugrah said...

Wah keren gan nambah pengetahuan, yang paling ane suka waktu ente ngomong "semoga persaingan intel dan AMD jangan sampai habis karena dgn adanya persaingan maka teknologi akan semakin cepat berkembang" hehe berarti gak selamanya persaingan itu buruk..

dan thanks juga untuk ANONYMOUZ komentarnya keren, memang bener kita gak boleh ngejudge sesuatu kalo kita gak tau apa apa..

Terima Kasih..

Post a Comment

Search